KSSK Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 6% Tahun Ini Meski Ketidakpastian Global Meningkat
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) optimistis ekonomi Indonesia berpeluang tumbuh hingga 6% tahun ini, didukung konsumsi masyarakat dan investasi, meski ketidakpastian global meningkat akibat konflik AS-Iran.

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan optimismenya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026. Dalam pernyataan yang dilansir Katadata pada 3 Agustus, KSSK tetap optimistis di tengah ketidakpastian global yang meningkat akibat eskalasi konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, sinergi kebijakan antara lembaga anggota KSSK akan terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan momen pertumbuhan. Hal ini disampaikan dalam pemberitaan Liputan6 Bisnis pada 3 Agustus.
Menurut laporan Tribunnews pada hari yang sama, KSSK optimistis ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 dapat tumbuh hingga 6 persen. Konsumsi masyarakat disebut sebagai penopang utama, sementara investasi juga diperkirakan tumbuh kuat, didorong oleh proyek hilirisasi yang memberikan nilai tambah.
Faktor Pendukung
Beberapa sumber mengonfirmasi proyeksi pertumbuhan 6% dan peran konsumsi serta investasi. Namun, hanya Tribunnews yang secara spesifik menyebutkan proyek hilirisasi sebagai pendorong investasi.
Konteks dan Prospek
Optimisme ini muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik AS-Iran, sebagaimana diberitakan Katadata. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai langkah konkret yang akan diambil KSSK untuk mencapai target tersebut.
Konten ini disusun secara otomatis dengan bantuan AI berdasarkan laporan dari sumber yang dikutip, sesuai aturan editorial situs.
Sumber
- 1Tribunnews · Konsumsi Jadi Penopang, KSSK Optimistis Ekonomi Indonesia Triwulan II 2026 Tumbuh hingga 6 Persen
3 Agustus pukul 18.58 - 2Liputan6 Bisnis · Purbaya Pede Ekonomi Indonesia Tumbuh 6% pada 2026
3 Agustus pukul 18.50 - 3Katadata · KSSK Pede Ekonomi RI Berpeluang Tumbuh 6% Tahun Ini Meski AS-Iran Memanas
3 Agustus pukul 17.29