Rupiah Menguat, Pasar Menanti Kepastian Gubernur BI Baru
Bank Indonesia melaporkan rupiah menguat terhadap dolar AS pada akhir Juli 2026, di tengah pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo yang mengguncang pasar. Menteri Keuangan Purbaya menegaskan tak berminat menggantikannya.

Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir Juli 2026, setelah sebelumnya melemah sejak pertengahan Juni 2026. Hal ini disampaikan oleh Pjs Gubernur BI, sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia pada 3 Agustus 2026.
Pengunduran Diri Perry Warjiyo
Di sisi lain, keputusan mendadak Perry Warjiyo untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI mengguncang stabilitas pasar keuangan nasional, menurut laporan JPNN pada 3 Agustus 2026. Langkah ini disebut menempatkan Bank Sentral pada tantangan berat untuk menstabilkan rupiah sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak global.
Purbaya Menolak Maju
Menanggapi isu yang beredar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku ogah mengajukan diri menjadi Gubernur BI. Hal ini ditegaskan dalam laporan Detik Finance dan Katadata pada 3 Agustus 2026. Purbaya menegaskan tidak berminat menduduki kursi tersebut dan memilih tetap menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan.
Hingga saat ini, belum ada nama resmi yang diajukan sebagai calon pengganti Perry Warjiyo. Pasar masih menunggu kepastian dari pemerintah dan DPR terkait proses suksesi kepemimpinan BI.
Konten ini disusun secara otomatis dengan bantuan AI berdasarkan laporan dari sumber yang dikutip, sesuai aturan editorial situs.
Sumber
- 1Detik Finance · Purbaya Jawab Isu Mau Maju Jadi Gubernur BI
3 Agustus pukul 18.35 - 2CNBC Indonesia · Pjs Gubernur BI: Rupiah Kembali Menguat
3 Agustus pukul 16.21 - 3JPNN · Gubernur BI Mundur, Pasar Diuji Ketidakpastian
3 Agustus pukul 17.15 - 4Katadata · Purbaya Tegaskan Tak Berminat Jadi Gubernur BI
3 Agustus pukul 19.02